Breaking News
Home / Kabar SMK / Kirab Santri 2016

Kirab Santri 2016

  3

Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi menjadi titik awal keberangkatan Laskar Kirab Resolusi Jihad 2016. Kirab dalam rangka Hari Santri Nasional yang diperingati 22 Oktober mendatang dilepas langsung Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

Keberangkatan Kirab Resolusi Jihad 2016 dari Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi, Kamis (14/10/2016) diiringi sholawat nabi dan pawai ribuan santri se- Banyuwangi.

80 Peserta dari Jakarta akan melakukan kirab dengan menempuh jarak 2.000 kilometer. Mereka akan melakukan perjalanan darat dalam waktu sepuluh hari. Para peserta ini merupakan perwakilan seluruh lembaga dan badan otonomi di bawah PBNU.
Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, kirab ini dilakukan untuk menghargai sejarah dan mengenang jasa para santri dan pejuang yang telah berkorban memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

2

“Kemerdekaan kita ini bukan hadiah dari penjajah, namun buah dari pengorbanan para syuhada. Untuk merebut kemerdekaan, para ulama, santri dan rakyat bahu-menbahu membela negara. Melalui kirap ini, kita napak tilas perjuangan para ulama dan meneladaninya,” kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga mengajak ribuan santri yang hadir untuk mempertebal kecintaan terhadap negeri serta meningkatkan kedisiplinan dan kompetensi diri.

“Memasuki Masyarakat Ekonomi Asean, persaingan semakin ketat. Karenanya, selain akhak yang baik, bekali diri kalian dengan keterampilan agar bisa bersaing sehat dan melahirkan pengusaha-pengusaha santri di Indonesia,” imbuh

Gus Ipul yang juga mengajak para santri untuk waspada terhadap bahaya narkoba, pornografi, kekerasan seksual dan perilaku seksual yang menyimpang yang sekarang marak terjadi pada usia remaja.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan bangga karena Banyuwangi dipilih menjadi start kirab ini. Bupati pun menyemangati para santri agar lebih percaya diri.

“Santri tidak boleh minder karena sekarang santri sudah diakui dalam tataran resmi pemerintah. Santri bisa memberi sumbangsih yang hebat bagi bangsa. Apalagi, saat ini dunia juga sudah mengakui bahwa sistem pendidikan di pondok pesantren mampu mengamankan generasi muda. Bahkan, sistem boarding school juga mengadopsi sistem pendidikan ponpes. Kita harus bangga menjadi santri,” kata Bupati Anas yang juga alumni pondok pesantren itu.

4

Selama perjalanan kirab, rombongan akan bersilaturahim kepada para kiai serta pengurus NU di daerah, berdialog, dan bersosialisasi dengan warga NU. Selain itu peserta kirab juga akan melakukan ziarah ke makam pendiri dan pejuang NU. Oleh karena itu peserta kirab diharapkan benar-benar menjaga semangat kekhidmadan kirab karena bernilai sejarah.

Dari Banyuwangi, peserta kirab dijadwalkan akan mengunjungi Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Bangkalan, dan Bubutan. Selanjutnya, rombongan akan memasuki Surabaya, Mojokerto, Rejoso, Jombang, Kertosono, Kediri keesokan harinya. Dan disusul rute berikutnya. Terakhir, rombongan kirab akan mengikuti Upacara Hari Santri di Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Sabtu 22 Oktober.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *